Favorite Quotations

"Life starts from nothing to something, then becoming someone and finally to be NO ONE because the only One is Allah Swt." _Reza M. Syarief, MA.,M.BA., CMLP_

"Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita ? Sebab, di mana hatimu berada, di situlah hartamu berada." _Sang Alkemis (Paulo Coelho)_

Wednesday, 3 September 2014

The Ring (bukan judul film ya blogger, this is Our Wedding Ring)

Helloooo ;)

Kayaknya ada baiknya kita mulai hari ini dengan ngeblog, ya walau hanya satu post singkat, emm sekaligus woro-woro sejauh mana si prepare wedding si akuh..hehehe

Jadiiii ceritanya kemaren hari sabtu, aku bareng cami cari cincin niih, capcus lha ya kita langsung ke Melawai, saking semangatnya nyampe lha di Melawai jam 9 booo, dipikir ni toko udh pada buka getoh, hahahaha ternyataaaaa masih harus nunggu 2 jam lageee..well dg setia kita menanti (seperti aku yg setia menantimu darling.. #tsah) di KFC samping Melawai Plaza ituu..

Daaan jengjreng jam 11 pun tiba, langsung lha kita straight to the shop yg dimaksud, Toko Central. Toko emas ini udh terkenal sejagad weddingku dan dunianya para blogger, selain karena kualitas hasilnya okeh, harganya juga gak kalah okeeeh..hehehe

Sebenernya ada toko lain yg terkenal selain Toko Central, yaitu Kaliem..emm tapi aku sama cami memutuskan langsung aja di Toko Central, gak ada alasan lain sih selain karena pas datang si abang2nya baeeek, friendly deeh..

Jadi nih rinciannya per 30 Agustus 2014 :
Emas putih : Rp. 400.000/gram
Berlian 0,1 karat : Rp. 1.500.000,-
Cincin palladium : Rp. 2.200.000,- berapapun gramnya harganya segitu
Ongkos buat : Rp. 400.000

Ongkos buat ini tergantung kerumitan dll kali ya, soalnya ada salah satu blogger, dia dpt ongkos buat nyampe 1jt..emm kalo deal nih minta dirinci aja harganya, dari situ deh kita bisa nawar, kita minta diskon dari ongkos buat, lumayan..kalo dari harga emas dan berlian gak mungkin banget bisa digeser2 tu harga..kalo aku sih kemaren dikurangi 200ribu dari harga awal yg dikasih, dengan kata lain ongkos buatnya jadi 200ribu..kayaknya itu masih bisa digeser lagi deh harganya dari harga palladiumnya..hihi dasar cwe hobi nawar J

Kata si abangnya kira-kira 2 minggu cincin udh jadi daan nanti bakal dihubungi buat ngambil..yuhuuu J

Cukup sekian sarapan pagi ini, mari mulai nguli..hihihi

Friday, 15 August 2014

When It's Only about Our Wedding

Pernah denger cerita nikah mendadak? TERNYATA AKU AKAN JADI SALAH SATUNYA.


Nikahnya gak mendadak sih. Tapi omongannya mendadak. Perbincangan soal nikah menikah ini udah ada sejak 2012. Udah mau gila lama banget ya kan. Tapi setelah itu gak ada kabar lagi mau nikah atau lamarannya kapan. Plus yah ada masalah keluarga yang huft cukup membuat kepala ini rasanya pecah.


Akhirnya pacaran lah kita berdua dengan bahagia. We've learned a lot. Banyak sekali hal baru yang dipelajari. Banyak sekali ternyata hal positif kalau kita berdua. Nikah seperti terlihat gak jadi prioritas, yang penting do a lot of things dan bahagia!


Nabung ketat sih tetep. Tapi terus tau-tau jalan-jalan, liburan kesana kemari. Santai kali, nabung lagi aja. Tau-tau beli iPhone, G2, laptop. Ah elah tenang, nabung lagi aja. *yang begini ngakunya mau nikah* T____T


Akhirnya begitu masuk pertengahan 2014 kita memutuskan fix gak akan beli barang mahal-mahal lagi. Padahal masih mau banget. Nabung lebih ketat! Jadi kapan aja disuruh nikah siap. SIAP?!


Alhamdulillah, Ramadhan penuh berkah, menjelang Idul Fitri 2014 persoalanpun selesai, dan akhirnya kami memutuskan mempersiapkan segala sesuatunya. Nah repot-repotnya itu mau diceritain di sini. Soalnya we planned to keep all from engagement day to the wedding day as a secret. Bukannya sok seleb, tapi maunya bener-bener private aja gitu. Gak mau melibatkan terlalu banyak orang. Tapi karena takut jadi fitnah, so here's become also our wedding diary. Tanggal di blog gak bisa bohong kan? We'll keep all the update here and share the link to all of you when we are getting married.

Thursday, 20 June 2013

Daun Tak Pernah Membenci Angin

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”
 Kalimat diatas menampar saya di sore yang gerimis ini, terbayang oleh saya betapa ikhlasnya sang daun, meski dijatuhkan oleh angin dia tidak pernah marah, bahkan tumbuh lagi yang baru, semakin banyak yang jatuh semakin tumbuh daun daun baru, tanpa melawan, dan begitulah seharusnya saya sebagai manusia, patuh pada ketentuan ALLAH, tanpa melawan, semakin saya lawan akan semakin sengsara hidup saya, sibuk menampik, sibuk mencari pembenaran atas kesalahan yang terjadi, sibuk berkeluh kesah atas segala kehilangan, damn! it’s true kalau kata twitter, hehehe …

Ada yang bilang bahwa hidup ini seperti membaca novel dimana tidak semua halaman berisi cerita bahagia, kalau halaman yang kita baca sekarang ini terasa sesak, sedih, menyakitkan, penuh masalah, baca aja terus, nanti ada halaman yang bahagia, ada halaman yang akan membuat kita bahagia, terbahak bahak lucu, terus saja membaca, jangan buku ini berakhir, jadikan setiap kejadian hanya sekedar kejadian karena yang bikin hidup ini rumit kan sebenarnya diri saya sendiri, pikiran saya sendiri yang melabelkan kalau jatuh cintai itu bahagia kalau patah hati itu sesak napas, padahal jatuh dan patah tak ada bedanya lagi … kan ada ALLAH!!

Belajar dari kehilangan demi kehilangan dari hidup yang saya jalani puluhan tahun, dulu saya merasa menjadi orang yang paling sengsara, sering nya curhat ke sahabat saya yang pada akhirnya lelah menjadi pundak saya untuk menangis, kemudian satu persatu berguguran seperti daun, hilang tertiup angin, menguap entah kemana, dan pada akhirnya saya sadari bahwa hanya tinggal saya, apa iya tinggal saya? ternyata tidak, saat saya sendiri justru ALLAH hadir dengan syahdu, pada malam malam sujud panjang saya, dan sedikit demi sedikit saya mulai merasakan tak ada lagi yang saya butuhkan kecuali ALLAH, egois? gak juga !!

Manusia memang mahkluk sosial termasuk saya, tapi sendiri pada saat saya butuh ALLAH ternyata sesuatu yang saya butuhkan, saya tempel terus ALLAH, kemudian ALLAH memberikan teman teman terbaik untuk mendampingi saya sebagai pengganti teman teman yang jatuh berguguran, dan tidak tanggung tanggung ALLAH memberikan semua yang saya butuhkan untuk saya cintai, dan mereka yang juga butuh cinta saya, sungguh ALLAH hanya akan memberikan cinta yang saya butuhkan agar kami semua saling membutuhkan, bukan cinta yang saya inginkan, karena yang saya inginkan belum tentu saya butuhkan … sound dewasa si Dian, yup, i was grow up dear !!

Jadi biarkan daun jatuh terbawa angin, biarkan embun menguap terganti matahari, biarkan malam dan siang saling berlalu, kita hanya menjalani takdir, baik buruk, indah luka semua sama ketika ALLAH menjadi sandaran … so one last cry !! selamat datang gerimis, dinginmu menyejukan..


“Orang yang memendam perasaan sering kli terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.” - Tere Liye -